Kamis, 14 Mei 2015

Bupati menghimbau Kepsek, Siswa Yaman Belajar





 
Indramayu, jabarhariini.blogsport.com
Bupati menegaskan agar para kepala sekolah di Kabupaten Indramayu harus membuat sekolah menjadi nyaman bagi para peserta didik, dengan adanya rasa nyaman peserta didik akan menuntut ilmu dengan baik dan nyaman sehingga akan berat untuk meninggalkan sekolah.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika melantik dan mengambil sumpah 215 kepala sekolah SD N egeri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Pendopo Raden Bagus Aria Wiralodra, Selasa (12/05/2015).
Pelantikan kepala sekolah  tersebut merupakan hasil dari seleksi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Seperti yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu, menjadi kepala sekolah merupakan amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik dan jangan sampai menyalahgunakan wewenang yang dimiliki yang nantinya akan merugikan.
Bupati mengharapkan agar kepala sekolah yang baru dilantik untuk segera mendatangi sekolah dan mengenal calon sekolah yang akan dikepalainya agar segera melakukan tugasnya.
"Saya mengharapakan agar kepala sekolah yang baru dilantik ini harus membuat sekolah menjadi nyaman bagi peserta didik, dengan adanya rasa nyaman peserta didik akan menuntut ilmu dengan baik dan nyaman sehingga akan berat untuk meninggalkan sekolah dengan kata lain para siswa akan betah di sekolah," tegas bupati.
 Selanjutnya, tumpuan masa depan Indonesia ada di tangan peserta didik, sedangkan kepala sekolah merupakan elemen yang paling berpengaruh dalam membentuk dan mendidik peserta didik. Dengan adanya regenerasi dan pergantian kepala sekolah ini diharapkan agar ada inovasi pada pendidikan dasar di Indramayu. (deswin/asniman)

Panitia mengumumkan 15 Nama Hasil Seleksi



Indramayu, jabarhariini.blogsport.com

Pengumuman Calon Eselon II telah diumumkan oleh Panitia Seleksi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama secara resmi mengumumkan hasil dari sejumlah tahapan untuk direkomendasikan kepada bupati, Sabtu (9/5). Sebanyak 15 nama berasal dari 3 besar pada 5 jabatan yang sejak beberapa waktu lalu belum dijabat oleh pejabat definitif.

Ketua Pansel, DR Ujang Suratno SH MSi seperti yang ditulis Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu menyampaikan, 15 nama yang ditetapkan tersebut merupakan peraih peringkat 3 besar dalam setiap formasi jabatan atas tahapan seleksi. Selanjutnya, untuk menentukan nama yang bakal menjabat pada jabatannya akan dipilih oleh bupati selaku penggunanya.

 "Kami telah melaksanakan tahapan seleksi administrasi, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, dan rekam jejak. Keputusannya ada di tangan bupati sebagai usernya," jelasnya.

Dari kelima jabatan itu, pejabat yang akan menempati posisi pada formasi sekertaris DPRD (Setwan) akan ditentukan setelah dilakukan dikonsultasikan terlebih dulu dengan pimpinan DPRD. "Khusus untuk setwan akan konsultasi dulu dengan pimpinan DPRD. Memang berbeda dengan formasi lainnya," sebut Ujang.

Disebutkannya, 3 nama dengan raihan nilai tertinggi pada formasi setwan adalah DR Dudung Indra Ariska SH MH (Camat Kandanghaur), Ir Akhmad Budiharto MM (Sekertaris Dinas Pertanian dan Peternakan), dsan H Suwenda SSos MSi (Sekertaris Badan Lingkungan Hidup). Pada jabatan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yakni H Kamud SH (Staf Ahli Bidang Administrasi), Iding Syafrudin SE MSi (Kabag Agama dan Kesejahteraan Rakyat Setda), dan Drs Yudi Rustomo MSi (Sekertaris Dinas Perikanan dan Kelautan).

Berikutnya pada Disdik, DR HM Ali Hasan MPd (Sekertaris Disdik), DR H Akil MPd (Kabid PLS Disdik), dan DR Ahmad Syadali MEd (Sekertaris BKD). Pada jabatan kepala Dinas Cipta Karya tertulis Didi Supriadi BE SSos (Sekertaris DCK), Nurman ST (Kabid Jalan Dinas Bina Marga), dan Ir E Rukanda Suradinata (Kabid Fisik Bappeda). Sedangkan jabatan Direktur RSUD Indramayu, terdiri dari dr H Deden Bonni Koswara MM (Wadir Pelayanan RSUD), dr Hj Lisfayeni MM (Kabid Promkes Hukum, Humas RSUD), dan dr H Muhamad Toha MSi (Kabid Sosial Budaya Bappeda).

Disampaikannya, lelang jabatan yang dilaksanakan tersebut pada awalnya mendapatkan 41 nama dari hasil seleksi administrasi. Lalu pada prosesnya terdapat 3 nama yang mengundurkan diri dengan alasannya masing-masing. (deswin/edi sahara)


Jumat, 01 Mei 2015

PDAM Indramayu Bangun Instalasi Pengolah Air Baku Di Desa Pecuk

Indramayu, jabarhariini.blogsport.com

Pembangunan dan pengembangan Pengolahan Air Baku yang ada di Kecamatan Sindang tepatnya di Desa Panyindangan wetan (Pecuk) Menuai hasil Positif. Secara Garis besar , PDAM Indramayu berkomitmen  penuh menyelesaikan setiap permasalah yang dihadapi oleh masyarakat. Keluhan masyarakat akan kurangnya efisiensi Debit Air Bersih maupun sarana yang menunjang lainnya sedikit demi sedikit mulai dijawab dan dibuktikan oleh PDAM Indramayu.

Ditemui di Ruang kerjanya, H.Tatang (Dirut PDAM  Indramayu), mengatakan“ini semua bertujuan untuk kepentingan hidup  masyarakat Indramayu yang terutama akan dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Supaya keluhan masyarakat akan kurangnya efisiensi pasokan debit air sudah kami tanggapi dan kami kerjakan secara optimal. secara pribadi saya ingin melihat senyum masyarakat dari apa yang telah  kami upayakan saat ini.” Terangnya.

Pengadaan tempat Pengolahan Air Baku bertujuan  untuk mengoptimalkan pasokan debit Air Bersih ke wilayah kecamatan Indramayu, PDAM Indramayu juga telah memiliki wacana untuk mengembangkan infrastruktur sarana yang lebih baik, seperti pembaca kilometer dengan sistem android/digital.“PDAM Indramayu dapat terus berkembang lebih  baik lagi jika segenap lapisan masyarakat ikut mendukung tugas dan inovasi kami. Karena pada hakikat yang utama ialah meningkatkan mutu yang berkualitas baik bagi masyarakat seluruh Kabupaten Indramayu”(deswin/eka)


Kamis, 30 April 2015

SOAL UJIAN NASIONAL DIKAWAL KETAT POLISI




Indramayu, jabarhariini.blogsport.com
Distribusi berkas soal dan lembar jawaban Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikawal polisi dari polres dan polsek diwilayah Indramayu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran soal, yang kemungkinan terjadi ditengah perjalanan.
Pendistribusian berkas soal dan lembar jawaban Ujian Nasional, dilakukan di kantor Dikmen, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, jum'at (30/04). Berkas soal dan lembar jawaban ini, kemudian didistribusikan ke seluruh Rayon di Kabupaten Indramayu  melalui masing-masing tingkat Sub Rayon yang telah ditunjuk sebagai titik distribusi.
Terdapat  V (lima) Sub Rayon titik distribusi, diantaranya, SMP N 1 Indramayu (Sub Rayon I), SMP N 1 Kedokan Bunder (Sub Rayon II), SMP N 1 Jatibarang (Sub Rayon III), SMP N 1 Kandanghaur (Sub Rayon IV), dan untuk Sub Rayon V diserahkan kepada SMP N 1 Anjatan.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan kabupaten Indramayu, DR. H. Tajudin M.Pd menerangkan  soal ujian tersebut tiba sekitar pukul 18.30 kemarin malam,
Untuk mengantisipasi kebocoran salah satu dokumen negara yang bersifat rahasia ini. Polisi disiagakan dengan melibatkan 22 personil  pengamanan,  diantaranya, 2 personil dinas pendidikan Provinsi, 4 petugas kepolisian Polda Jabar, serta 16 personil tim pengamanan dari pemerintah kabupaten dan polrest  Indramayu. (Eka/deswin)


Jumat, 17 April 2015

Dua oknum pejabat PT.PERRANI Cirebon diringkus Kejaksaan negeri Indramayu




Indramayu, Jabarhariini.blogsport.com
Kejaksaan Negeri Indramayu tahan dua pejabat PT Pertani (Persero) Cirebon Wilayah Jawa Barat ke Rutan Lapas Kelas IIB Kabupaten Indramayu, Kamis (16/4/2015).Dua pejabat itu, yakni Kepala Cabang Pemasaran PT Pertani Cirebon Wilayah Jawa Barat Ali Priyambodo dan Kepala Unit Pergudangan Agribisnis (UPA) II Indramayu, Kadir.Diduga, keduanya menggelapkan Rp 750 juta dana program kemitraan bina lingkungan serta dana uang hasil gabah dan beras, juga Rp 1.568.551.569 dana sistem resi gudang.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu Deddy Koesnomo membenarkan adanya penahanan terhadap kedua orang itu. Mereka ditahan tim penyidik Kejari Indramayu setelah dilakukan pemeriksaan di Kejari Indramayu."Selain penggelapan, mereka juga diduga memanipulasi data sistem resi gudang," katanya.
Dana pengguliran dalam dua program tersebut mencapai Rp 1,75 miliar. Dari jumlah tersebut, uang dua program tersebut yang menguap kurang lebih Rp 750 juta.oleh karena itu kedua tersangka terkena Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," ucap Deddy.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Indramayu, Subhan Gunawan mengatakan, pejabat PT Pertani telah mengembalikan uang kerugian negara kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu senilai Rp 641 Juta. Uang tersebut merupakan pengembalian kedua.Sebelumnya, pejabat PT Pertani yang tersangkut kasus dugaan korupsi sistem resi gudang telah mengembalian dana Rp 114 juta. Secara total dana yang telah dikembalikan adalah Rp 750 juta.
Dana titipan pengembalian uang negara tersebut akan disetorkan ke kas negara. Namun, hal itu akan dilakukan setelah kedua tersangka menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.
Dugaan korupsi resi gudang PT Pertani Cirebon ini ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 750 juta. Dua tersangka dianggap telah menyalahgunakan resi gudang milik petani untuk kepentingan pribadi.
Mereka diduga mengagunkan resi gudang milik petani ke lembaga perbankan untuk kepentingan pribadi. Resi gudang milik petani, kerap digunakan dan disalahgunakan untuk dijadikan agunan untuk memperoleh bantuan modal usaha.Kendati telah mengembalikan uang negara, menurut dia, tindak pidana korupsi yang diduga dilakukannya tetap berjalan. Dugaan korupsi resi gudang milik petani tersebut dketahui, menguap pada tahun 2013 lalu.

Pada 2013, dia menjelaskan, Unit Pergudangan Agribisnis (UPA) II Indramayu di Tukdana mengeluarkan 116 resi gudang. Namun, ada temuan, baru lima resi yang diselesaikan dan tersisa 32 resi.Tersangka AP diduga menggelapkan dana program kemitraan bina lingkungan (PKLB) sebesar Rp 600 juta dan dana hasil gabah dan beras sebesar 150 juta.
Subhan menjelaskan, sistem resi gudang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2007 serta Peraturan Menteri Perdagangan nomor 26 Tahun 2007, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi resi gudang.
Dia menerangkan, SRG hampir sama dengan sistem lumbung desa. Yang membedakan adalah jika lumbung desa tidak ada yang menjamin sehingga petani sulit mendapatkan dana atau modal. Pada SRG bisa diperjualbelikan, bisa dijadikan agunan senilai 70 persen dari total kepemilikan suatu barang.
Adapun barang yang di gudang masih merupakan milik petani karena barang tersebut hanya dititipkan pada pengelola resi gudang sehingga sewaktu barang tersebut naik harganya bisa diambil kembali. Namun, jika tidak sanggup mengembalikan uang yang digunakan, barang tersebut disita.Setelah menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Indramayu, kedua tersangka yang didampingi tim pengacara langsung dibawa ke Lapas Indramayu.(deswin/eka)

Menuju Adiwiyata Nasional Mandiri SMPN 1 Losarang Giat Membina 10 Sekolah




Indramayu. Jabarhariini.blogsport.com 
Upaya maksimal terus dilakukan seiring telah diraihnya predika tsebagai sekolah Adiwiyata Nasional, selanjutnya SMPN 1 Losarang tengah bersiap diri menatap Adiwiyata Nasional Mandiri. Guna menuju kearah itu maka SMPN 1 Losarang wajib melakukan pembinaan terhadap sebanyak 10 sekolah agar menjadi sekolah yang hijau, bersih, rindang dan nyaman. Menurut Kepala SMPN 1 Losarang H. Soim Muhadir, M.Pd kesepuluh sekolah terbut adalah SMPN 2 Indramayu, SMPN 2 Jatibarang, SMPN 1 Kedokan bunder,  SMPN 1 Terisi, SMPN 2 Terisi, SMPN 4 Terisi, SMPN 1 Cikedung,  SMPN 2 Gabus, SMPN 1 Kroyadan SMPN 1 Anjatan. Dari kesepuluh sekolah tersebut salah satunya yaitu SMPN 2 Indramayu telah berhasil meraih predikat sebagai sekolah Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL)  tingkat propinsi. Tugas membina 10 sekolah ini tertuang dalam SK Kepala Dinas Pendidikan Nomor 660.1/Kep.267-Sekret/2013 tertanggal 23 Desember 2013.

“Untuk melaksanakan tugas tersebut, kami membentuk 4 tim yang secara rutin dan terjadwal mendatangi dan melakukan pembinaan. Langkah pertama kami telah mengundang para guru yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana SBL dan ketua OSIS untuk sosialisasi dan pembinaan Adiwiyata. Kami juga menyebarang  untuk mengetahui  sejauh mana kemajuan sekolah-sekolah tersebu tdalam menyambut program adiwiyataini,” jelas H. Soim Muhadir didampingi ketua tim adiwiyata SMPN 1 Losarang Koiman, S.Pd, belum lama ini.  

Menurut H. Soim, hasil penilaian melalui angket tersebut dirangkum dan dinilai, sekolah mana yang layak diajukan untuk meraih predikat SBL kabupaten atau propinsi.

“Dari kesepuluh sekolah tersebut baru SMPN 2 Indramayu yang menunjukkan kemajuan signifikan dan berhasil meraih SBL Propinsi. Sekolah lainnya belum menunjukkan kemajuan yang signifikan meski ada beberapa sekolah yang memiliki potensi untuk diajukan ketingkat kabupaten ataupropinsi. Padaha lbanyak hal positif yang akan kita dapatkan apabila kita mampu meraih predikat SBL. Namun demikian kami akan tetap terus melakukan pembinaan,” jelas H. Soim.

H. Soim menjelaskan, pada sekitar Bulan Juli nanti SMPN 1 Losarang akan kedatangan tim penilai Adiwiyata Nasional Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tentunya, ia bersama para guru terus berusaha keras melakukan persiapan termasuk menyiapkan bukti-bukti bahwa kami telah melakukan kunjungan pembinaan kepada 10 sekolah.  Sedangkan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kami memotivasi siswa dengan menciptakan iklim kompetisi antar kelas. Bagi kelas yang juara dan paling bersih selama 3 minggu berturut-turut,  maka akan mendapatkan tanda bendera warna hijau dan berhak mendapatkan 3 tempat sampah (ornganik, unorganik dan logam) secara gratis. Sedangkan bagi kelas yang paling kotor maka akan mendapatkan tanda bendera hitam. (Eka)